Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri....
Yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya
Di atas segalanya, kerana hanya
cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya,
cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya,
Cinta hakiki yang membuatmanusia melihat segalanya
Dari sudut pandangan yang berbeza,
lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku...
Surat ini kutujukan untuk hatiku...
Yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya,
Yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia,
Yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya...
Lalu...
Di ruang hatinya yang kelam
Merasa senang jika dilihat dan dipuji orang..
Entah di mana keikhlasannya...
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan....
Kerana....
Perkara yang dilakukan
Perkara yang dilakukan
Tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan...
Padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil...
Padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil...
Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku....
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku....
Yang mulai lelah menapaki jalanNya
ketika seringkali mengeluh..
ketika seringkali mengeluh..
Merasa dibebani bahkan terpaksa untuk
Menjalankan tugas yang sangat mulia.
Padahal tiada kesakitan...
Menjalankan tugas yang sangat mulia.
Padahal tiada kesakitan...
Kelelahan serta kepayahan yang dirasakan
Oleh seorang hamba melainkan Allah akan
mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk ruh-ku..
mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk ruh-ku..
Yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu...
Serta membiarkan fitrahnya tertutup...
Oleh maksiat yang dinikmati...
Serta membiarkan fitrahnya tertutup...
Oleh maksiat yang dinikmati...
Lalu di manakah kejujuran diletakkan?
Dan kini....
Terabailah sudah nurani yang bersih...
Saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka...
Terabailah sudah nurani yang bersih...
Saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka...
Saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia...
Saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan
Cuba lihat disana!
Hatimu menangis dan meranakah?
Surat ini kutujukan untuk diriku...
Surat ini kutujukan untuk diriku...
Yang sombong...
Yang terkadang bangga pada dirinya sendiri....
Sungguh tiada satupun
Yang membuat kita lebih di hadapanNya
Selain ketakwaan....
Padahal kita...
menyedari bahawa tiap-tiap jiwa
menyedari bahawa tiap-tiap jiwa
Akan merasakan mati..
Namun kita masih
bergulat terus dengan kefanaan
Surat ini kutujukan untuk hatiku...
bergulat terus dengan kefanaan
Surat ini kutujukan untuk hatiku...
Yang mulai mati...
Saat tiada getar ketika asma Allah disebut...
Saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja...
saat tiada rasa takut padaNya
saat tiada rasa takut padaNya
Ketika maksiat dilakukan...
Dan tiada merasa
Berdosa ketika menzalimi diri sendiri
Dan orang lain.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk
jiwa yang masih memiliki cahaya....
meskipun sedikit..
Berdosa ketika menzalimi diri sendiri
Dan orang lain.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk
jiwa yang masih memiliki cahaya....
meskipun sedikit..
Jangan biarkan cahaya itu padam..
Maka terus kumpulkan...
Cahaya itu hingga ia dapat menerangi
Wajah-wajah di sekeliling...
Cahaya itu hingga ia dapat menerangi
Wajah-wajah di sekeliling...
Memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya
hanya dengan kekuatan dariNya "
hanya dengan kekuatan dariNya "
Ya..Allah
Yang maha membolak-balikkan hati...
Tetapkan hati ini pada agamaMU,
pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu....
pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu....
>> tetiba terlempar rasa sayu di hati dan betapa kerdilnya diri Di sisiNYA....
Tiada ulasan:
Catat Ulasan